Aku dewa kematian di hati yang sunyi,
Mati rasa, terasing dalam kabut pagi.
Tak ada luka yang tersisa di jiwa,
Semua rasa sirna, tak lagi bermakna.
Kudengar bisikan, namun tak kurasa,
Seperti angin yang berlalu tanpa suara.
Raga terbawa, hanyut dalam gelap,
Jiwa tertidur, lelap dalam senyap.
Mataku kosong menatap kehampaan,
Dingin menyelimuti tiap nafas yang hilang perlahan.
Aku berdiri di ambang takdir kelam,
Menunggu akhir dengan hati yang tenggelam.
Cinta tak lagi memeluk relung batin,
Rindu terhapus, seperti debu hilang bersama angin.
Dunia fana terasa jauh, membeku,
Dan aku siap, melangkah tanpa ragu.
Aku dewa kematian, penjaga kekosongan,
Menghampiri hati yang terjebak kebisuan.
Tak ada lagi yang perlu diselamatkan,
Karena cinta di hati telah lama terbenam.
Kematian tak menakutkan, hanya sebuah jalan pulang,
Menuju akhir di mana semuanya hilang.
Dan saat itu tiba, kutemani kau dalam kelam,
Bersama, kita tenggelam tanpa dendam.