Makhluk Kecil yang Mengajariku Melepaskan

lumina.lalify
 
Semalam, saat kabut mulai menyapa sang bulan,
kamu datang dalam keheningan malam.
Iringan jangkrik menjadi penanda yang terasa lebih meriah,
lalu kamu meraihku ke dalam ilusi yang tak nyata.

Di sana, kamu menatap kedua mataku.
Pandangan kita bertemu, beradu,
seolah dirimu berkata bahwa kamu selalu hadir
di sini, di sisiku,
menyaksikanku berproses meski tanpa sosokmu lagi.

Aku sadar, duniaku tak lagi sama,
sebab hadirmu telah menghilang dari radar ingatan harian.
Aku tahu, mungkin aku bukan manusia terbaik dalam hidupmu kala itu,
namun kamu perlu tahu,
bahwa dirimu adalah salah satu warna yang pernah singgah di kanvas putih hidupku.

Kadangkala aku lupa
bahwa kamu pernah ada di satu momen ketika aku paling membutuhkan dukungan emosional.
Saat aku menangis,
kamu ada—
menatapku lurus, diam,
namun perasaan itu menancap tajam
ke dalam rongga dadaku.

Sifatmu yang begitu manja kala itu
membuatku merasa senang,
seolah tak pernah ada pedih yang singgah dalam hidupmu.
Meski dulu kamu kerap melukaiku lewat goresan tanganmu,
aku tak apa, sama sekali tak keberatan.

Sebab setelah luka itu pulih,
ia tak pernah benar-benar meninggalkan bekas.
Yang tersisa hanyalah ingatan kecil,
yang perlahan rapuh dimakan waktu. 

Jikalau saja kamu tak pernah hadir dalam kehidupanku,
mungkin aku tak akan belajar arti sayang
pada makhluk lain di dunia yang samar ini.
Kepergianmu dari duniaku mengajarkanku satu hal:
bahwa tidak semua yang kita temui dalam perjalanan hidup ditakdirkan untuk tinggal selamanya.

Bisa saja mereka hadir karena Tuhan ingin kita belajar—
tentang kehilangan,
tentang melepas,
atau tentang pelajaran
yang belum, atau justru telah kita lupakan.

Posting Komentar

Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..