luminalalify Makhluk Kecil yang Mengajariku Melepaskan Semalam, saat kabut mulai menyapa sang bulan, kamu datang dalam keheningan malam. Iringan jangkrik menjadi penanda yang terasa lebih meri…
luminalalify Dendam Kesumat Perasaan yang lama kau pendam Kini mencuat, mengalir ke ulu hati, naik perlahan menuju pikiran-pikiran yang tak pernah kau izinkan hidup.…
luminalalify Menengadah di Tengah Remang Awan remang mulai menyapa kecamuk hati kala berpasrah, manusia yang tengah meminta memaksa dengan tangan menengadah. Di antara diam yang …
luminalalify Ketika Hijau Tak Lagi Menyejukkan Selamat datang di negeri yang hijau ini. Tanahnya yang luas mereka tanami pepohonan. Memang bentuknya berbeda dari pohon biasanya, tapi k…
luminalalify Ketika Hancur Tak Lagi Mengalah Bintang di langit terasa jauh untuk tergapai— hanya mampu untuk dilihat, kadang diinginkan, kadang hanya ditatap dari kejauhan. Namun bag…
luminalalify Dan Aku Masih Ada Sakit, ya? Ketika orang-orang tak pernah melihatmu secara utuh— Bahkan untuk sekadar menebak isi pikiranmu pun mereka enggan. Mereka deka…
luminalalify Cinta yang Membawaku Pulang Cinta? Aku tak pernah belajar terlalu dalam tentang cinta. Aku tak pernah terlalu peduli akan cinta, juga tak pernah mengharapkan cinta d…
luminalalify Kepingan yang Berduri Teka-teki kehidupan selalu membawa tanya. Tak selalu terukur, tak selalu indah, namun pasti sudah dirancang. Kepingan demi kepingan telah…
luminalalify Tujuh Rupa Tepat di malam itu, bulan purnama bersinar terang dengan sorot cahayanya. Ia memperlihatkan keindahan rupa manusia— bukan laki-laki ataup…
luminalalify Jejak di Balik Layar Denting berbunyi, menciptakan nada-nada. Ponsel bergetar, memiliki suara rasa. Pesan terkirim, awal dari perkenalan. Lama-kelamaan men…
luminalalify Adorasi Tunggang Gunung Di hari itu, saat matahari tertutup awan. Langit biru membentang sepanjang angan. Aku bertemu dengan manusia yang tak pernah aku sangka…