Kepingan yang Berduri

lumina.lalify
Teka-teki kehidupan selalu membawa tanya.
Tak selalu terukur,
tak selalu indah,
namun pasti sudah dirancang.

Kepingan demi kepingan telah tersedia,
meski kadang beberapa di antaranya berduri,
dan tak akan mungkin tertukar.

Ketika dirimu ingin menyusun teka-teki itu,
ada kalanya sedikit darah tertinggal di jemari,
saat kau mulai merakitnya.
Kesabaran dibutuhkan untuk menyusunnya dengan perlahan,
satu demi satu kepingan akan tersusun,
hingga membentuk sesuatu yang baru, yang kita sadari di akhir perjalanan.

Terkadang, hubungan antar manusia pun serupa teka-teki.
Ia memberi pertanyaan besar,
membuat beberapa bagian terasa sulit dipecahkan.

Bukankah merakit sebuah hubungan
perlu hal-hal yang krusial—
entah itu cinta,
janji, pembuktian,
atau penantian panjang?

Namun kadang,
beberapa hubungan berubah menjadi jeratan yang memanfaatkan perasaan.
Kadang pula, tak ada kata yang cukup
untuk menjelaskan makna kebersamaan dua manusia
yang mencari satu definisi akan “ikatan.”

Mungkin, beberapa manusia hanya saling terikat,
namun tak pernah benar-benar mengerti satu sama lain.
Tak mau menurunkan ego,
atau bahkan belum selesai
dengan dirinya sendiri.

Mungkin itu bisa disebut
“asing terhadap diri sendiri.”

Sebab mereka belum belajar menundukkan ego,
belum belajar mengenali akan jati dirinya yang sesungguhnya.

Dan karena itu,
terjadilah hubungan dan cinta
yang rumit—
seperti labirin tanpa peta,
jalan yang memutar tanpa cahaya di ujungnya.

Namun di balik segala kerumitannya,
selalu ada keindahan kecil yang tersusun
satu demi satu,
seperti puzzle kehidupan
yang akan tampak indah
ketika akhirnya tersusun sempurna.

Posting Komentar

Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..