hanya mampu untuk dilihat,
kadang diinginkan, kadang hanya ditatap dari kejauhan.
Namun bagi yang berani menggapainya,
jatuh dan bangun adalah bahasa sehari-hari yang mereka pahami.
Lalu muncul pertanyaan dalam hati:
Mengapa setiap mimpi harus dibayar dengan luka?
Mengapa setiap langkah menuju cahaya
dibalas dengan cacian dan kebencian?
Dan mengapa manusia sering menghalangi manusia lain
yang hanya ingin berjalan menuju sinarnya sendiri?
Satu per satu rasa percaya mulai runtuh,
terkalahkan oleh tipu muslihat dunia.
Yang dulu disebut teman kini berubah menjadi lawan,
yang dulu berbagi tawa kini saling menyerang dalam diam.
Namun, mungkin mereka tak benar-benar ingin menghancurkan.
Mungkin hanya ingin dunia tahu,
betapa berat kehidupan yang mereka pikul.
Sayang, cara mereka salah —
ingin dimengerti, tapi justru menyakiti.
Tidak semua orang mampu melihat luka manusia lain
dari sudut yang berbeda.
Kadang kita hanya perlu bertanya,
“Luka sebesar apa yang ia tanggung
hingga mampu berbuat sejauh ini?”
Tapi kita juga tak harus memahami segalanya,
sebab setiap jiwa berhak tumbuh bahagia,
tanpa selalu memikul derita orang lain.
Terkadang pertanyaan lain akan muncul secara bersamaan, seperti
Apakah kekalahan akan menyerah kepada kematian?
Menurutku tidak.
Sebab bagiku, kekalahan adalah kematian itu sendiri.
Dan menyerah — adalah mati untuk kedua kalinya.
Apa artinya hidup, jika kau tunduk pada takdir
yang bahkan tak kau coba untuk ubah?
Jika kau ingin memperjuangkan sesuatu,
perjuangkanlah sampai semesta menoleh,
sampai takdir segan,
sampai dunia berbisik,
“Lihat, ia sudah tak bisa dikalahkan lagi.”
Sebab terkadang,
jika satu bintang tak cukup untuk menerangi hidupmu,
tambahkanlah satu bintang lagi.
Biarkan cahayanya berpadu,
menuntun langkahmu menembus gelap dan debu nasib.
Dan jika satu doa tak mampu mengguncang takdirmu,
minta lah seribu doa dari mereka
yang pernah melihatmu bersinar,
walau dengan luka yang masih membekas di punggungmu.
Ingatlah,
orang yang paling sering menangis,
mungkin justru yang paling kuat menahan tangisnya
di kehidupan mendatang.
Jadi, menggilalah agar takdir segan dan mengalah padamu.