Jejak di Balik Layar

lumina.lalify

Denting berbunyi, menciptakan nada-nada. 
Ponsel bergetar, memiliki suara rasa. 
Pesan terkirim, awal dari perkenalan. 
Lama-kelamaan menjadi sebuah hubungan pertemanan. 

Hubungan mulai terbentuk. 
Rasa perasaan mulai tumbuh, dan berkembang. 
Cita, dan rasa seakan berlomba-lomba ingin berebut tempat dan posisi masing-masing. 
Sampai waktu yang tak terkira. 

Sore hari itu, saat matahari akan tenggelam dari ufuk barat. 
Ia menemui diriku, perempuan biasa tanpa memiliki hal yang istimewa. 
Ia datang dengan motor favoritnya. 
Motor kesayangannya, yang menemani saat susah senangnya. 

Kita bertemu di depan minimarket sederhana, tapi berkesan.
Ia memberiku wewangian dan coklat sebagai tanda dan ucapan selamat panjang umur. 
Dibelikannya aku beberapa jajanan. 
Gummy jelly tak luput ia beli, katanya, itu salah satu pemanis favoritnya. 

Seiring waktu pertemanan itu semakin erat. 
Bahkan, tak lagi bisa disebut hanya sebagai teman. 
Lama kelamaan hubungan itu berkembang, menjadi ikatan yang lebih berarti. 
Lebih berharga dari sebelumnya. 

Sampai suatu ketika, sebuah masalah melanda. 
Setiap manusia tak akan luput dari salah. 
Entah berawal dari kebohongan ataupun respon-respon kecil yang menggoyah kepercayaan. 
Aku sedikit tak mengerti, ia jujur. 

Namun, itu menyayat hati. 
Kecewa jelas tergambar diingatanku waktu itu. 
Aku tak tau bagaimana ingatannya tentangku di waktu yang sama. 
Yang jelas setelah itu, hubungan ini terasa renggang. 

Perbaikan demi perbaikan dilakukan. 
Rasa percaya yang sudah terkoyak, sedikit membuat trauma. 
Aku tak menyangkal jika mungkin perbuatanku membuatnya jengah. 
Aku dan dia memutuskan untuk kembali berteman, tak ayal jika angan tentang hubungan manis itu terus berputar dipikiran. 

Ia tetap menganggapku sebagai seseorang yang penting baginya. 
Aku, tak bisa terus membuatnya seperti itu. 
Dan pada akhirnya kita memutuskan untuk berhenti, berhenti dari segalanya. 
Melanjutkan hidup masing-masing yang sempat tertunda, dan kali ini tanpa komitmen bersama. 

Pada akhirnya aku belajar, tidak segala pertemuan akan berakhir dengan mimpi yang indah. 
Dan darinya aku belajar, sekuat apapun aku bertahan tak akan bisa luput dari rasa kehilangan. 
Padanya aku ucapkan terima kasih, dan pada diriku aku ucapkan selamat belajar dari segala kemungkinan hidup yang tidak terduga. 

Posting Komentar

Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..