Di malam kelam, kutapaki jalan sepi,
Lentera kecil di tangan, cahaya yang abadi,
Sinarnya lembut menghapus luka,
Mengiringi langkahku jauh dari masa lalu yang hampa.
Setiap jejak adalah sisa luka,
Namun lentera ini bawa hangat yang setia,
Masa lalu tak lagi jadi penjara,
Dalam sinar ini, kudapatkan cahaya.
Kugenggam erat lentera di tangan,
Mengusir sepi yang dulu begitu menekan,
Di setiap cahaya, ada harapan,
Menghapus jejak dari rasa kehilangan.
Luka lama perlahan memudar,
Dalam sinar lentera, hati kembali tegar,
Setiap langkah adalah awal yang baru,
Jauh dari kenangan yang tak lagi merayu.
Lentera adalah teman yang setia,
Membawa terang di tengah gelap gulita,
Masa lalu tinggal dalam samar bayang,
Kini kujelang masa depan yang terang benderang.
Dengan cahaya ini, kutemukan kekuatan,
Melepaskan beban yang dulu begitu menekan,
Setiap sinarnya adalah doa yang tulus,
Mengantar langkahku menuju jalan yang lurus.
Lentera menjadi saksi dalam diam,
Membawa cahaya di tengah malam yang kelam,
Kini kutinggalkan segala derita,
Dengan lentera di tangan, kujelang bahagia.
Dan saat fajar mulai menepi,
Lentera ini tetap menyinari hati,
Membawa terang hingga ujung hari,
Menuntun langkahku menuju cinta yang sejati.
