Aku berjalan di antara dua dunia,
Aku tersenyum, lalu aku nestapa.
Aku tertawa di pesta penuh cahaya,
Aku meratap dalam gelap yang hampa.
Aku bercanda, menghibur semua,
Aku termenung, jiwaku luka.
Aku melangkah dengan percaya,
Aku terjatuh tanpa upaya.
Aku bercerita, kisah penuh warna,
Aku terdiam, sunyi merona.
Aku disanjung, dipuja-puja,
Aku dilupakan, tenggelam sirna.
Aku menari dalam gemerlap,
Aku bersembunyi dalam gelap.
Aku didekati, dikagumi,
Aku dihindari, dibenci.
Aku kuat, tak tergoyahkan,
Aku rapuh, remuk berantakan.
Aku pahlawan, aku juara,
Aku bayangan tanpa suara.
Aku berlari mengejar angan,
Aku terjebak di dalam ingatan.
Aku terang bagai mentari,
Aku redup tanpa arti.
Aku bicara, lantang bersuara,
Aku tercekik tanpa daya.
Aku terbagi dalam dua jiwa,
Aku sendiri dalam hampa.
Aku dan Aku, siapa yang nyata?
Aku terperangkap dalam raga,
Aku bertanya tanpa jawaban.
Aku terpisah dalam pikiran.