Malam pun Kini Tahu Rasanya Dicintai

Malam pun Kini Tahu Rasanya Dicintai
Dulu malam adalah luka yang membeku, sepi menggantung, menusuk waktu. Tak ada pelukan, hanya gelisah, dan bisikan hati yang selalu lelah. Namun kini aku menyambut gelap, bukan dengan takut, tapi dengan harap. Karena malam tak lagi terasa asing, ia seperti sahabat yang akhirnya ingin mendampingi. Bintang tak hanya menjadi pajangan, mereka bersinar karena punya tujuan. Langit pun seolah berbicara pelan, menghapus duka yang pernah membeban. Aku duduk diam di balik jendela, melihat bulan yang tersenyum pula. Mungkin ia tahu hatiku telah tenang, tak lagi larut dalam kenangan yang mengambang. Malam ini tak membawa beban, tapi cerita tentang hati yang perlahan sembuh pelan-pelan. Aku mencintai sunyi yang tak menghakimi, dan malam pun belajar menyayangi kembali. Lampu jalan menyala seperti harapan, tak menyilaukan, hanya teman perjalanan. Dulu aku takut gelap menelan diri, sekarang gelap justru melindungiku dari sunyi yang menyakiti. Rasanya aneh, tapi juga damai, malam tak lagi jadi tempat aku mengeluh atau mengelak…

1 komentar

  1. Iam your biggest fan
    Happiness looks good on you! Be happy ya😆😻 semangat nulisnya
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..