Bunga Terakhir Babak 1 - Luka Masa Kecil
Sejak kecil Dinur menanggung luka yang dalam, Hinaan dan cela menggerogoti hati yang diam. Di sekolah dan rumah, tiada yang mengerti, Setiap hari menjadi ujian yang menyiksa diri. Temannya mengejek, kata-kata menusuk jiwa, Bermain menjadi ketakutan, tawa terasa sia-sia. Tangan meninju, tatapan menindas hati, Kegelisahan mengikat, tak ada yang mampu membebasi. Di kamar sendiri, Dinur menatap dinding hampa, Sunyi menemani, menjadi teman yang tak pernah ia kira. Ia menulis rasa sakit pada buku harian, Namun kata-kata hanyalah bayangan tanpa kepastian. Setiap malam air mata jatuh tanpa suara, Hati retak, namun tak seorang pun peduli pada lukanya. Mimpi indah hancur, hanya sisa serpihan, Hidupnya tertutup oleh trauma yang dalam dan menyakitkan. Ibunya mencoba menenangkan, penuh kasih, Namun ucapan mereka hilang di antara bisu yang basah. Dinur menolak, hatinya terkunci rapat, Tiada yang mampu menembus dinding gelap yang pekat. Setiap ejekan menjadi pedang di dada, Kata-kata menyayat, meninggalkan rasa luka ya…
Posting Komentar
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana? - Geri OwlBert