Bunga Terakhir Babak 3 - Kehadiran Mawar
Dalam sunyi kamar yang gelap ia termenung, membiarkan luka masa lalu terus terhunjam dan terhimpun. Pintu terbuka perlahan terdengar suara asing, seorang gadis datang, langkahnya penuh iring. Dinur menoleh dengan tatapan penuh bara, ia melihat sosok asing berdiri di sana. Ibunya berkata, "Ini anak sahabat lama," namun telinga Dinur menolak, hatinya menutup sama. Mawar tersenyum, lembut menyapa, "Perkenalkan, aku datang untuk menjengukmu apa adanya." Dinur terdiam lalu wajahnya murka, "Pergi! Kau sama saja dengan mereka semua!" katanya. Ia bangkit, membanting kursi di samping, suara berderak memecah suasana yang hening. Mawar mundur, matanya terbelalak kaget, namun bibirnya tetap menyungging senyum yang hangat. "Dinur, aku tidak bermaksud melukaimu," ucap Mawar pelan dengan hati yang syahdu. Namun Dinur menutup telinga, merasa semua orang hanya ingin menyiksanya. Tangannya bergetar, dadanya sesak, trauma masa kecil membuatnya retak. Ia melihat wajah Mawar seperti waja…
Posting Komentar
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana? - Geri OwlBert