Bunga Terakhir Babak 4 – Mawar yang Bersemi

Bunga Terakhir Babak 4 – Mawar yang Bersemi
Hari berganti dengan langkah yang sama, Mawar kembali hadir membawa setangkai bunga. Dinur terdiam, tatapannya redup membisu, namun matanya terpaku pada bunga yang candu. Bunga itu diletakkan di atas meja kayu, menyisakan wangi lembut yang merasuk syahdu. Tak ada kata yang keluar dari bibir Mawar, namun hadirnya menenangkan, meski hanya sebentar. Dinur tidak lagi mengamuk atau membentak, ia hanya memandang dengan hati yang retak. Tangannya gemetar menyentuh bunga perlahan, seakan ada damai yang datang tanpa beban. Ibunya mengintip dari celah kecil jendela, menyaksikan keajaiban yang terasa begitu nyata. Air matanya menetes tanpa suara, melihat anaknya mulai tersentuh cinta. Esoknya Mawar datang lagi, membawa bunga mawar segar, indah berseri. Dinur menunduk tapi tidak bergumam, ia biarkan bunga itu menghiasi kamar yang temaram. Dinding kamar yang dulu penuh bayangan, perlahan ditemani warna merah keindahan. Mawar meletakkan vas di meja sederhana, membiarkan keharuman menyebar ke udara. Dinur menatap, senyumny…
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..