Bunga Terakhir Babak 5 - Bunga yang Tumbuh

Bunga Terakhir Babak 5 - Bunga yang Tumbuh
Dinur perlahan keluar dari ruang yang kelam, bersama Mawar ia temukan hari yang tenteram. Mereka duduk di halaman menanam bunga, cahaya pagi hadir dengan rasa yang indah. Tangan Mawar lembut menyentuh tanah basah, Dinur tersenyum, hatinya mulai merekah. Hari demi hari bunga disiram dengan kasih, tawa kecil tumbuh, luka lama pun bersih. Mawar membawa kehangatan yang berarti, membuat Dinur berani menatap pagi. Ia bukan lagi bayang-bayang yang murung, tapi jiwa muda yang kembali agung. Dinur menatap Mawar penuh rasa, cinta bersemi dalam jiwa yang berduka. Mereka saling pandang di bawah langit luas, hati keduanya menyatu tanpa sekat yang tegas. Hari berganti, rasa kian dalam, cinta sederhana tapi penuh salam. Dinur berani menggenggam tangannya, Mawar tersenyum, dunia pun cerah warnanya. Janji kecil mereka lahir tanpa suara, namun hati mengerti maknanya yang mesra. Dunia terasa berpihak pada Dinur kini, tak ada lagi murung, tak ada lagi sunyi. Ia berterima kasih pada semesta, karena Mawar hadir membawa cahaya. Hati…
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..