Bunga Terakhir Babak 6 - Cinta dan Kehilangan

Bunga Terakhir Babak 6 - Cinta dan Kehilangan
Hari-hari cerah beriring senyum, Dinur dan Mawar berjalan bercium harum. Taman kecil jadi saksi cinta, bunga bermekaran, hati pun bercahaya. Mereka tumbuh, mereka tertawa, setiap detik penuh makna. Langit biru tampak berseri, angin berhembus membawa janji. Dinur merasa dunia berpihak padanya, semesta ramah menghapus lara. Ia berterima kasih pada yang kuasa, karena Mawar hadir membawa bahagia. Mawar tertawa, wajahnya indah, membuat luka lama perlahan pasrah. Hari berganti, cinta makin mekar, Dinur merasa hidup jadi segar. Mereka duduk di bangku taman, memandang senja dengan hati nyaman. Tak ada lagi kelam di jiwa, Mawar jadi cahaya yang setia. Namun perlahan angin berubah, hari cerah mulai bergulir lemah. Dinur menanti di balik jendela, Mawar tak datang, rumah pun hampa. Esoknya sama, tak ada kabar, hati Dinur mulai bergetar. Ia menunggu di depan pintu, namun yang ditunggu tak kunjung bertamu. Hatinya cemas, pikirannya resah, mengapa Mawar tak lagi singgah? Pesan tak terjawab, panggilan terdiam, seakan dunia kembali…
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..