Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja
Jiwaku sekuntum bunga kemboja di senyap malam, Mekar perlahan meski angin tak ramah menyapa dalam. Harumnya menembus batas yang tidak pernah kupikir, Mengajari bahwa hening pun bisa memulihkan batin yang hampir kabur. Aku tumbuh di tanah yang jarang dipilih manusia, Tempat di mana langit gelap lebih sering bercerita. Namun aku tetap berdiri meski dunia berputar liar, Sebab akar kecilku tahu cara bertahan saat segalanya hambar. Ada luka lama yang kubiarkan tidur di bawah kelopak, Kadang berdenyut, kadang diam seperti bayang tipis yang menetap koyak. Namun aku tetap mekar ketika pagi akhirnya hadir, Karena setiap runtuh selalu memberi alasan baru untuk kembali tak gentar. Jiwaku mengenal sunyi dengan akrab, Ia tahu kapan harus diam dan kapan harus lembut menyerap. Dari diam itu tumbuh keyakinan yang mengakar, Bahwa tenang bukan lemah, hanya sedang belajar menakar. Aku menampung cahaya lembut yang turun dari awan retak, Membiarkan hangatnya masuk tanpa perlu banyak jejak. Meski cahaya itu sering samar se…
Posting Komentar
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana? - Geri OwlBert