Dendam Kesumat

lumina.lalify
Dendam Kesumat
Perasaan yang lama kau pendam Kini mencuat, mengalir ke ulu hati, naik perlahan menuju pikiran-pikiran yang tak pernah kau izinkan hidup. Otakmu kembali penuh, menerka-nerka, menyusun skenario yang tak pernah benar-benar terjadi. Apakah perasaan ini memiliki nama, atau sekadar ilusi yang kau rawat sendiri? Kadang kau menangis di pojok dunia, menyetel lagu duka, membiarkan sunyi menelan suaramu yang terlalu lelah untuk dimengerti. Kau mulai menghitung kemungkinan kecil— haruskah kau membalasnya, atau tetap diam hingga batinmu digerogoti perlahan? Diam memang tampak dewasa, tapi diam juga bisa berubah menjadi racun yang membusuk di dalam dada. Kini dendammu tak lagi kecil. Ia tumbuh, meninggi melebihi Gunung Everest, dan mengendap sedalam Palung Mariana. Ia tidak berteriak, tidak pula memohon, hanya menunggu waktu untuk diakui keberadaannya. Oh, ayolah— sekali saja rayakan dendammu. Bukan untuk merusak, bukan untuk menang, hanya agar semesta berhenti memprovokasimu dengan kesabaran palsu. Sekali-kali, bukankah boleh …
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..