Makhluk Kecil yang Mengajariku Melepaskan
Semalam, saat kabut mulai menyapa sang bulan, kamu datang dalam keheningan malam. Iringan jangkrik menjadi penanda yang terasa lebih meriah, lalu kamu meraihku ke dalam ilusi yang tak nyata. Di sana, kamu menatap kedua mataku. Pandangan kita bertemu, beradu, seolah dirimu berkata bahwa kamu selalu hadir di sini, di sisiku, menyaksikanku berproses meski tanpa sosokmu lagi. Aku sadar, duniaku tak lagi sama, sebab hadirmu telah menghilang dari radar ingatan harian. Aku tahu, mungkin aku bukan manusia terbaik dalam hidupmu kala itu, namun kamu perlu tahu, bahwa dirimu adalah salah satu warna yang pernah singgah di kanvas putih hidupku. Kadangkala aku lupa bahwa kamu pernah ada di satu momen ketika aku paling membutuhkan dukungan emosional. Saat aku menangis, kamu ada— menatapku lurus, diam, namun perasaan itu menancap tajam ke dalam rongga dadaku. Sifatmu yang begitu manja kala itu membuatku merasa senang, seolah tak pernah ada pedih yang singgah dalam hidupmu. Meski dulu kamu kerap melukaiku lewat goresan tanga…
Posting Komentar
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana? - Geri OwlBert