Kekuatan Tersembunyi di Negeri Sunyi - Hutan Angkara


Dengan langkah mantap, ia melangkah,
menuju hutan kelam penuh amarah.
Angin dingin menyusup di sela pepohonan,
mengisyaratkan bahaya di setiap tumpuan.

Hutan Angkara menyimpan kutukan pekat,
tempat gelap di mana jiwa terjerat.
Cahaya redup, suara burung pun tiada,
menyisakan desis angkara murka.

Di tengah hutan, suara bisikan bergema,
menyihir telinga, menyelusup sukma.
Ia tahu, di balik bayangan yang kelam,
tersembunyi kutukan yang memendam dendam.

Bayangan muncul, wajah-wajah berduka,
hantu masa lalu yang datang bertubi-tubi tanpa celah.
Tertawa sinis, mencoba mengguncang,
mengusik hatinya hingga terbuang.

Namun petualang berdiri tak bergeming,
berani melawan bayangan yang kian menggiring.
Ia tegakkan kepala, hadapi dengan damai,
kutukan tak mampu membuatnya terperai.

Satu per satu bayangan sirna,
pudar di balik pepohonan hina.
Dan saat malam mulai tertutup senyap,
ia lihat cahaya di celah dedaunan gelap.

Sebuah pedang berkilau di sana,
pedang pusaka yang terpahat mantra.
"Pusaka Bintang Kejora,"
begitu ia tahu, itulah sang surya.

Tangannya menggapai, pedang pun tergenggam,
namun jiwa pedang masih terbungkam.
Ia tahu, ini bukan sekadar senjata,
melainkan tanda kekuatan yang tiada tara.

Spiritualitas, kekuatan kedua ia temui,
karena mampu menaklukkan hutan ini.
Jiwanya kini tenang, damai terasa,
seiring ia melangkah di jalan penuh asa.

Meski pedang belum dapat ia kendalikan,
ia tahu, waktunya nanti akan datang bersama dengan perjuangan.
Dengan tenang, ia tinggalkan Hutan Angkara,
siap menghadapi kutukan lainnya.

Ia tahu ini belum berakhir,
Mencoba bergerak perlahan di hutan yang getir.
Dengan pelan ia melangkah pasti,
Demi mengungkapkan rahasia Negeri Sunyi.

Posting Komentar

Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..