Pancasila sakti, tegak berdiri,
Menjadi dasar bangsa, takkan terganti.
Lima sila kuat, kokoh berjaga,
Menjaga persatuan di antara kita.
Berbeda suku, bahasa, dan budaya,
Namun bersatu dalam satu cita.
Keberagaman ini adalah kekayaan,
Bukan pemisah, tapi perekat kebangsaan.
Dari ujung Sabang hingga Merauke,
Pancasila memandu langkah bernegeri.
Di atas darah pahlawan yang terbakar,
Mereka jatuh, agar kita bisa berkelakar.
Kepercayaan pada Tuhan yang Maha Esa,
Jadi pilar dalam semua usaha.
Keadilan sosial? Oh, sungguh indah bunyinya,
Tapi tampaknya hanya untuk mereka yang punya.
Hari Kesaktian Pancasila kita rayakan,
Sementara si kaya duduk santai di depan.
Mari kita jaga dasar negara yang mulia,
Meski ketimpangan terus tertawa di sela-sela.
Pahlawan berjuang melawan penjajah keras,
Kita melawan? Mungkin hanya kata di kertas.
Namun jangan lupa, darah mereka tak sia-sia,
Meski keadilan sosial masih utopia.