Selalu Ada Ruang untuk Semangkuk Mie Ayam


Meski sibuk menulis di tengah malam yang riuh,
ajakan mie ayam tak pernah terasa beban dan keluh.
Ada janji di setiap kuahnya yang hangat dan ramah,
membawa pulang rasa lelah hingga hati merekah.

Mienya tipis lembut, khas mie ayam pada umumnya,
kenyalnya pas, menari di lidah penuh pesonanya.
Tak pernah gagal membuat hati ini jatuh berulang kali,
seakan semesta bersekongkol menjadikannya semi dikala sunyi.

Ayam bumbu manis gurih menari di lidahku,
aroma rempahnya menusuk, menenangkan kalbuku.
Setiap gigitan bagaikan pelukan yang hangat dan tulus,
menyembuhkan luka batin yang lama tandus.

Kuah kaldunya, oh, hangat bagai pelukan ibu,
menyusup hingga tulang, meredakan beban rindu.
Sajian sederhana namun penuh cinta,
mampu membuat jiwa yang penat kembali bahagia.

Di saat dunia terasa berat dan menyesakkan dada,
semangkuk mie ayam datang membawa rasa lega.
Tak hanya makanan, tapi pengobat kala lelah,
sebuah jawaban diam kala hidup terasa susah.

Sambal merah jadi bara yang menyalakan gairah,
sesendok kecil cukup membuat keringat tumpah.
Namun aku tetap ingin menambah, meski pedas membara,
karena di pedas itu ada candu yang tiada tara.

Saos manis meluncur laksana hujan yang jatuh lembut,
mencampur rasa, menjadikan hidup lebih indah dan lembut.
Kecap pekat menorehkan senyum di setiap suapan,
ibarat tinta yang menulis kisah kebahagiaan.

Pangsit renyah, ceker empuk, atau bakso bulat,
semua pelengkap yang bikin mangkok ini makin nikmat.
Berdendang bagai sebuah orkestra rasa di lidahku,
lagu cinta sederhana yang selalu membuat rindu.

Tak ada alasan, tak ada pertimbangan, tak ada urusan,
yang bisa menolak pesona mie ayam dalam panggilan.
Bahkan jika semesta menjeratku dengan sibuk,
mie ayam tetap jadi celah tempatku kabur dari hiruk pikuk.

Aku menyebutnya ritual penyembuhan jiwa,
mangkok tempat luka sirna tanpa cela.
Tak ada altar, tak ada doa panjang yang kuminta,
hanya mie ayam yang jadi juru pemadam lapar setia.

Dalam tiap mangkok, ada cinta yang tak terukur,
setia menemaniku di saat hati kering dan hancur.
Oh, betapa besar cintaku padamu, mie ayam,
kau lebih dari sekadar makanan, kau adalah bentuk kenyamanan.

Selalu ada untuk hidup yang keras namun masih ramah,
salut untuk lidah yang selalu rindu rasa rempah.
Dan aku tahu, meski dunia penuh gaduh,
selalu ada ruang untukmu, semangkuk mie ayam yang teduh.


3 komentar

  1. Iam your biggest fan
    Iam your biggest fan
    Akan ku hadapi semua asal makan mie ayam dulu semangkokšŸ˜šŸ˜
    1. Penyair Sunyi
      Penyair Sunyi
      terimakasih mie ayam
    2. Penyair Sunyi
      Penyair Sunyi
      aku suka mie ayam
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..