Semangat Satu Hati, 64 Tahun Mengabdi


Di bawah langit biru kami berdiri tegak,
Menyulam tawa di jalan setapak.
Langkah kecil kami menyatu di tanah yang sama,
Mengikat janji setia demi bangsa tercinta.

Tangan kami kuat, hati kami riang,
Melangkah bersama, tak kenal hilang.
Di padang hijau kami berlari,
Menyapa angin, merangkul mentari.

Pionering berdiri, tali terikat rapi,
Tanda semangat yang tak pernah sepi.
Di tenda hangat kami bercerita,
Tentang petualangan dan cita-cita.

Bendera berkibar di tiang tinggi,
Menyanyikan lagu negeri ini.
Sorak gembira mengisi udara,
Mengusir lelah, menghapus lara.

Setiap simpul adalah bahasa hati,
Setiap tawa adalah bukti bakti.
Kami belajar di sekolah alam,
Menempa diri, memupuk salam.

Hutan menjadi saksi janji kami,
Air sungai mengalirkan mimpi.
Tanah basah tempat tunas tumbuh,
Harapan kami tak pernah rapuh.

Di malam sunyi api unggun menyala,
Hangatnya memeluk semua jiwa.
Cahaya oranye menari di mata,
Mengikat hati dalam satu kata.

Sahabat adalah harta tak ternilai,
Di medan tugas atau di tepian sungai.
Bersama kita hadapi rintangan,
Karena hati ini penuh persatuan.

Hari ini kita rayakan usia enam puluh empat,
Tahun demi tahun kita tetap tegak dan kuat.
Gerakan Pramuka terus bersemi,
Di hati rakyat, di sanubari negeri.

Semangat satu hati, langkah tak terhenti,
Mengabdi untuk bangsa sampai akhir nanti.
Di bawah bendera merah putih yang suci,
Kami janji setia takkan terganti.

Posting Komentar

Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..