Kekuatan Tersembunyi di Negeri Sunyi - Bukit Penyesalan



Keluar dari gua, ia melihat bukit,
hamparan luas tanpa batas yang pahit.
Langkah diambil dengan hati tegar,
namun kabut kutukan mulai menyebar.

Semangatnya redup, tak lagi bersinar,
kepercayaan hilang, jiwa pun gentar.
Bayangan suram menghantui diri,
menyuruhnya berhenti, tak perlu lagi.

Bukit ini tiada ujung terlihat,
seolah harapan sirna dan lenyap.
Tatapan kosong menatap jalur,
sang petualang berbalik mundur.

“Cukup sudah!” bisiknya getir,
“Rahasia ini biar terkubur di pasir.”
Ia tinggalkan bukit tanpa ragu,
kutukan gelap membelenggu kalbu.

Namun, di tengah langkah yang surut,
bisikan datang menggema lembut.
“Aku di sini, dengarkan seruanku,
kau adalah harapan, penolong bangsaku.”

Bisikan itu menusuk jiwanya,
membakar semangat yang hampir sirna.
Ia tertegun, tubuh gemetar,
kutukan hancur, semangat pun sadar.

“Kami percaya, janganlah pergi,
kutukan ini harus kau akhiri.”
Suara penduduk negeri yang lenyap,
membangkitkan tekad yang dulu gelap.

Kakinya mantap melangkah kembali,
menuju bukit yang tadi menyakiti.
Dengan kepercayaan, ia mendaki,
meski angin gelap terus merintangi.

Puncak bukit akhirnya tampak,
di mana cahaya perlahan menapak.
Bukit Penyesalan kini ditundukkan,
oleh jiwa yang kembali diteguhkan.

Posting Komentar

Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..