Kala Dunia Tersenyum Babak 2 - Cerita di Balik Senja


Mentari condong di ufuk senja,
Langit berpendar jingga membara.
Pria itu duduk sendiri,
Menatap tanah dengan hati sunyi.

Dari kejauhan, sosoknya terpaku,
Terdiam lesu di tepian ragu.
Ia melihat pria itu resah,
Temannya muram, tak berserah.

Biasanya ia penuh canda,
Namun kini sunyi tanpa kata.
Tak ada tawa, tak ada cerita,
Hanya kesunyian yang menggema.

Melangkah perlahan, ia mendekat,
Mencari makna di balik lirih tatap.
“Sedang apa kau di sini sendiri?”
Sang pria desa hanya menunduk sunyi.

“Hari ini langit tampak kelabu,
Mengingatkanku pada masa lalu.”
Suara lirih bagai angin senja,
Membawa beban yang tersembunyi lama.

Ia duduk di sisinya,
Tak berkata, hanya jeda.
Mereka terdiam dalam waktu,
Membiarkan hati bicara tanpa ragu.

"Ada luka yang tak terlihat,
Namun tetap terasa lekat."
Sang pria desa akhirnya bicara,
Mengungkap kisah yang lama tersimpan di dada.

Bersama senja, rahasia terbuka,
Masa lalu yang pilu akhirnya nyata.
Namun tak sendiri, kini ada teman,
Siap mendengar, tanpa beban.

Senja menutup hari perlahan singkat,
Namun persahabatan justru semakin erat.
Di balik luka dan kisah kelam tak pernah usang,
Namun ada cahaya yang kembali terang.

Posting Komentar

Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..