Kala Dunia Tersenyum Babak 3 - Menuju Senyuman


Di pagi hening berembun sedikit,
Dua pria melangkah ke puncak bukit.
Menyusuri jalan yang curam mendaki,
Ditemani angin yang berhembus lirih.

Langkah perlahan, tak ada kata,
Hanya deru napas yang saling bersua.
Sang pendatang merasakan damai,
Di tempat tinggi, jauh dari ramai.

Sang pemandu menatap ke depan,
Bukit tertinggi menanti di kejauhan.
“Kita harus sampai ke sana,”
Ucapnya sambil tersenyum ceria.

Setiap jejak membawa harapan,
Melepaskan resah yang lama tertahan.
Keringat jatuh di tanah bebatuan,
Namun hati terasa lebih ringan.

Sampai di puncak, langit terbentang,
Ladang hijau nampak tenang.
Burung berterbangan di angkasa,
Membawa damai di dalam dada.

Tanpa ragu mereka berteriak,
Melepas beban, membuang sesak.
Gema suara melayang tinggi,
Seperti angin yang berhembus pergi.

Sang pendatang tertawa lepas,
Beban jiwanya mulai terhempas.
Sang pemandu tersenyum lega,
Merasakan bahagia yang tak terduga.

"Dunia ini luas dan penuh cahaya,
Jangan biarkan gelap menyelimuti jiwa."
Kata-kata terucap dari hati,
Menyadarkan makna sejati.

Sang pendatang menatap langit,
Menyadari arti dari setiap sulit.
Tak perlu mengeluh atas rencana,
Karena semua telah tertulis sempurna.

Dunia akan terus tersenyum indah,
Kala hati bersyukur tanpa gelisah.
Menerima hidup dengan lapang dada,
Tanpa ragu, tanpa nestapa.

Di puncak bukit, mereka berdiri,
Menatap dunia yang berseri.
Tak perlu banyak kata terucap,
Senyuman mereka adalah jawab.

~ tamat

Posting Komentar

Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..