Kutemukan Cinta di Nirvana Babak 4 - Semesta


Ia tiba di dunia yang tak ia kenali,
Indah namun sepi, sunyi sekali.
Pohon berbaris dengan anggun berdiri,
Bunga bermekaran, harum menyelimuti.

Burung berkicau di dahan yang tinggi,
Melodi alam yang menenangkan hati.
Namun ia berjalan dengan langkah lesu,
Kebingungan memenuhi benak yang kelu.

"Apa ini tempat akhir yang dijanjikan?"
Tanyanya lirih dalam kebimbangan.
Segalanya indah, namun terasa asing,
Semesta sunyi bagai tanpa derau bising.

Ia melangkah melewati taman penuh warna,
Namun hatinya gelap, tiada cahaya.
Kenangan masa lalu datang menghantui,
Cinta yang gagal terus menusuk hati.

"Dunia ini terlalu hening," pikirnya sendu,
"Seakan takdir terus menolakku."
Ia duduk di dekat sebuah gerbang tua,
Menatap kosong pada langit yang jingga.

Hembusan angin membelai wajahnya,
Namun tak menghapus getir di dadanya.
Ia hampir menyerah, meratapi nasib miris,
Menganggap hidup hanya luka yang tertulis.

"Mengapa aku terpuruk di dunia yang sunyi?
Apakah ini hukuman atas dosa yang tersembunyi?"
Namun semesta hanya diam tak berbicara,
Hanya bunga yang berguguran tanpa suara.

Ia teringat cinta yang selalu gagal,
Meninggalkan jejak luka yang kekal.
Meski indah dunia ini bagai surga,
Hatinya tetap merasa tiada makna.

"Jika ini akhir, biarlah selesai,"
Ia berbisik pada diri yang terkulai.
Namun gerbang di depannya tetap berdiri,
Seolah menanti sesuatu yang tersembunyi.

Ia termenung, bertanya pada hati,
"Mungkinkah cinta sejati ada di sini?"
Namun jawabannya masih samar,
Terselubung dalam misteri yang tak berakar.

Semesta indah, namun terasa asing,
Ia tetap mencari arti yang hening.
Dalam kebingungan, ia terus bertanya,
"Adakah cinta sejati di balik semesta?"

1 komentar

  1. Iam your biggest fan
    Iam your biggest fan
    Semangat nulisnya yaaaaa😻😻
Ninggalin Gema Rima?
Tautan ini akan membawamu beranjak dari Gema Rima, menuju dunia yang tak kami jaga. Yakin mau kesana?
- Geri OwlBert

Memuat..