Di pagi yang lembut dan tak terburu,
Langkah kecilku menari perlahan waktu.
Tak ada derap yang harus cepat,
Hanya irama hati yang ingin hangat.
Kupijak bumi seperti lantai panggung,
Dengan senyum yang datang dari ujung.
Burung-burung bersiul jadi lagu,
Menjadi musik di dadaku.
Tak perlu dunia melihatku hebat,
Cukup aku tahu diriku kuat.
Tak semua harus kencang berlari,
Ada yang indah meski pelan sekali.
Daun gugur pun menari ceria,
Meski jatuh, ia tetap bahagia.
Langit biru memberi isyarat,
“Tenanglah, hidup bukan lomba cepat.”
Langkah kecil ini punya makna,
Meskipun lambat, tak sia-sia.
Aku belajar menari dengan luka,
Lalu tertawa karena bahagia.
Kubawa senyum dalam saku,
Kutuangkan hangat dalam pelukku.
Tak semua hari harus sempurna,
Asal kupunya rasa dan makna.
Biarlah dunia terus berlari,
Aku di sini tetap menari.
Tak ingin lelah jadi pemaksa,
Cukuplah hati jadi penggenggam rasa.
Jika hari ini terasa abu,
Aku lukis langitku dengan biru.
Langkah kecilku tetap berdansa,
Menjejak hidup dengan irama asa.