Dikala senja mulai merangkak,
Kau datang dengan langkah ringkak.
Matamu berkilau seperti bintang,
Menghapus duka yang berkelantang.
Kau menjilat tanganku perlahan,
Seperti bisikan penuh kasihan.
Bulumu halus, lembut dan manja,
Membuat hati tenang seketika.
Di kala aku terduduk lesu,
Kau menggosok kaki nan kelabu.
Dengkur kecilmu bagai lagu,
Mengusir sepi yang membisu.
Kau tak peduli hujan atau panas,
Selalu setia di setiap nafas.
Bermain benang atau boneka,
Kau buat hidupku penuh warna.
Walau kadang kau nakal sekali,
Menggigit sandal atau tali.
Tapi tak bisa ku marahi,
Suara imutmu selalu mempan lagi.
Di malam buta saat ku resah,
Kau tidur di dekatku tanpa gelisah.
Hangat tubuhmu bagai cerita,
Yang bisikkan semua baik adanya.
Kau tak butuh kata-kata indah,
Cukup elusan dan suara lemah.
Kau mengerti tanpa bicara,
Sahabat sejati nan sempurna.
Kini ku tahu arti setia,
Bukan dari manusia biasa.
Tapi dari kucing berbulu halus,
Yang mencintaiku dengan tulus.