Penyair Sunyi Sore, Hujan dan Kacamata Hitam Sore merambat dengan langkah pelan, langit merona jingga, basah tersimpan. Aku menyalakan motor tua yang setia, mesin tangguhnya bergemur…
Penyair Sunyi September, Seolah Pelukan Tak Membiarkannya Berakhir September datang membawa cahaya, sejak hadirmu, duniaku terasa berbeda. Senyummu sederhana, namun penuh makna, membuat langkahku yakin ta…
Daijsy The Night, After You You were the book I read by heart streets of syllables, rivers of confession. Your name was every chapter, every margin I traced. When I turned away,…
Bunga Terakhir Bunga Terakhir Babak 6 - Cinta dan Kehilangan Hari-hari cerah beriring senyum, Dinur dan Mawar berjalan bercium harum. Taman kecil jadi saksi cinta, bunga bermekaran, hati pun bercaha…
Bunga Terakhir Bunga Terakhir Babak 5 - Bunga yang Tumbuh Dinur perlahan keluar dari ruang yang kelam, bersama Mawar ia temukan hari yang tenteram. Mereka duduk di halaman menanam bunga, cahaya p…
luminalalify Jejak di Balik Layar Denting berbunyi, menciptakan nada-nada. Ponsel bergetar, memiliki suara rasa. Pesan terkirim, awal dari perkenalan. Lama-kelamaan men…
Bunga Terakhir Bunga Terakhir Babak 4 – Mawar yang Bersemi Hari berganti dengan langkah yang sama, Mawar kembali hadir membawa setangkai bunga. Dinur terdiam, tatapannya redup membisu, namun matan…
luminalalify Adorasi Tunggang Gunung Di hari itu, saat matahari tertutup awan. Langit biru membentang sepanjang angan. Aku bertemu dengan manusia yang tak pernah aku sangka…
Bunga Terakhir Bunga Terakhir Babak 3 - Kehadiran Mawar Dalam sunyi kamar yang gelap ia termenung, membiarkan luka masa lalu terus terhunjam dan terhimpun. Pintu terbuka perlahan terdengar suar…
Bunga Terakhir Bunga Terakhir Babak 2 - Sunyi Dalam Rumah Dinur duduk di pojok kamar yang sempit dan suram, Pikiran berkelana, menyingkap rasa takut yang dalam. Ibunya mengintip dari balik pintu …
Bunga Terakhir Bunga Terakhir Babak 1 - Luka Masa Kecil Sejak kecil Dinur menanggung luka yang dalam, Hinaan dan cela menggerogoti hati yang diam. Di sekolah dan rumah, tiada yang mengerti, Set…
Indonesia Indonesia Melawan Indonesia Indonesia, wajahnya penuh luka, suara rakyat tercekik, keadilan hanya dusta belaka. Jalanan dipenuhi api, teriakan membakar udara, sement…
Penyair Sunyi Selalu Ada Ruang untuk Semangkuk Mie Ayam Meski sibuk menulis di tengah malam yang riuh, ajakan mie ayam tak pernah terasa beban dan keluh. Ada janji di setiap kuahnya yang hangat…