luminalalify Makhluk Kecil yang Mengajariku Melepaskan Semalam, saat kabut mulai menyapa sang bulan, kamu datang dalam keheningan malam. Iringan jangkrik menjadi penanda yang terasa lebih meri…
luminalalify Dendam Kesumat Perasaan yang lama kau pendam Kini mencuat, mengalir ke ulu hati, naik perlahan menuju pikiran-pikiran yang tak pernah kau izinkan hidup.…
luminalalify Menengadah di Tengah Remang Awan remang mulai menyapa kecamuk hati kala berpasrah, manusia yang tengah meminta memaksa dengan tangan menengadah. Di antara diam yang …
luminalalify Ketika Hijau Tak Lagi Menyejukkan Selamat datang di negeri yang hijau ini. Tanahnya yang luas mereka tanami pepohonan. Memang bentuknya berbeda dari pohon biasanya, tapi k…
Penyair Sunyi Dan Lagi, Mie Ayam Masih Memenangkan Hati Di sore itu, kau datang sebagai selimut hati, membawa hangat sederhana yang tak pernah basi. Dalam dunia yang sering berisik tanpa empati…
Penyair Sunyi Senja yang Tak Jadi Pulang Senja tergantung di langit yang pelan, seperti takut jatuh dan kehilangan. cahayanya memudar tapi tetap bertahan, meski malam sudah lama …
Penyair Sunyi Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja Jiwaku sekuntum bunga kemboja di senyap malam, Mekar perlahan meski angin tak ramah menyapa dalam. Harumnya menembus batas yang tidak per…
luminalalify Ketika Hancur Tak Lagi Mengalah Bintang di langit terasa jauh untuk tergapai— hanya mampu untuk dilihat, kadang diinginkan, kadang hanya ditatap dari kejauhan. Namun bag…
Penyair Sunyi Hari ini Aku Malas Bekerja! Hari ini aku malas bekerja! Hari ini aku malas bekerja! Hari ini aku malas bekerja! Hari ini aku malas bekerja! serius, hari ini tuh …
luminalalify Dan Aku Masih Ada Sakit, ya? Ketika orang-orang tak pernah melihatmu secara utuh— Bahkan untuk sekadar menebak isi pikiranmu pun mereka enggan. Mereka deka…
luminalalify Cinta yang Membawaku Pulang Cinta? Aku tak pernah belajar terlalu dalam tentang cinta. Aku tak pernah terlalu peduli akan cinta, juga tak pernah mengharapkan cinta d…
luminalalify Kepingan yang Berduri Teka-teki kehidupan selalu membawa tanya. Tak selalu terukur, tak selalu indah, namun pasti sudah dirancang. Kepingan demi kepingan telah…
luminalalify Tujuh Rupa Tepat di malam itu, bulan purnama bersinar terang dengan sorot cahayanya. Ia memperlihatkan keindahan rupa manusia— bukan laki-laki ataup…
Penyair Sunyi Sore, Hujan dan Kacamata Hitam Sore merambat dengan langkah pelan, langit merona jingga, basah tersimpan. Aku menyalakan motor tua yang setia, mesin tangguhnya bergemur…
Penyair Sunyi September, Seolah Pelukan Tak Membiarkannya Berakhir September datang membawa cahaya, sejak hadirmu, duniaku terasa berbeda. Senyummu sederhana, namun penuh makna, membuat langkahku yakin ta…
Daijsy The Night, After You You were the book I read by heart streets of syllables, rivers of confession. Your name was every chapter, every margin I traced. When I turned away,…
Bunga Terakhir Bunga Terakhir Babak 6 - Cinta dan Kehilangan Hari-hari cerah beriring senyum, Dinur dan Mawar berjalan bercium harum. Taman kecil jadi saksi cinta, bunga bermekaran, hati pun bercaha…
Bunga Terakhir Bunga Terakhir Babak 5 - Bunga yang Tumbuh Dinur perlahan keluar dari ruang yang kelam, bersama Mawar ia temukan hari yang tenteram. Mereka duduk di halaman menanam bunga, cahaya p…
luminalalify Jejak di Balik Layar Denting berbunyi, menciptakan nada-nada. Ponsel bergetar, memiliki suara rasa. Pesan terkirim, awal dari perkenalan. Lama-kelamaan men…
Bunga Terakhir Bunga Terakhir Babak 4 – Mawar yang Bersemi Hari berganti dengan langkah yang sama, Mawar kembali hadir membawa setangkai bunga. Dinur terdiam, tatapannya redup membisu, namun matan…